Sejak pertengahan tahun 2005, film ini udah bolak-balik kutonton. Sampe kucel dan dvdnya mbaret-baret, tetep aja merinding, tetep aja nangis sesengukan.

Buat aku, di film inilah aku belajar banyak tentang cinta, caranya mencintai dan caranya dicintai. Film ini yang menguatkanku saat gamang bila mengingat beratnya perjalanan mencintai Aa. Hanya terus berjalan tanpa berani memandang di mana, kapan dan bagaimana perjalan ini akan berhenti.

Dari film ini aku belajar, 5 menit atau 50 tahun tidak akan ada bedanya bila saling mencintai. Mau berpisah karena harus begini begitu atau karena hambatan keluarga, bukanlah satu masalah besar. Bahkan kalaupun
harus berpisah karena kematian, juga bukan hal yang menakutkan. Tidak ada yang kekal. Tapi, cinta bagi orang yang saling mencintai akan tetap ada dan abadi.

Yang sering menjadi masalah besar dalam sebuah hubungan adalah bila kita tidak tau bagaimana cara mencintai pasangan kita. Oke kita memujanya, kita mencintainya, kita merindukannya, tapi di manakah ia
kita tempatkan di antara bejibun urusan kerja dan berbagai keperluan yang semua minta di prioritaskan?

Namun di sisi lain, sebagai orang yang dicintai oleh pasangan kita, apakah selama ini kita menuntut untuk mendapatkan lebih banyak dari yang mampu ia berikan?

***

Buat aku pribadi, ini adalah salah satu film yang mampu mengubah banyak hal dalam hidupku. Mengubah sifat keras kepalaku dan memotivasi aku untuk bersikap yang terbaik, melakukan yang terbaik buat Aa dan rumahtangga kami selama Tuhan masih memberikan waktu dan kesempatan buat kami.

Aku tidak pernah jemu menyarankan orang lain menonton film ini dan berharap mereka menemukan chemistry yang sama denganku.

Bila ia perempuan, aku berharap ia belajar untuk tidak menuntut banyak dari pasangannya dan menyadari bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengekspresikan cinta. Belajar untuk tidak menuntut banyak. Belajar bagaimana sikap terbaik sebagai orang yang dicintai.

Bila ia laki-laki, aku berharap ia belajar untuk mengerti bagaimana pasangannya ingin diperlakukan, belajar bagaimana caranya mencintai. Memang, banyak hal penting yang harus diperjuangkan dalam hidup, kerja, karir dll, tapi buat apakah itu semua bila tidak untuk orang yang kita cintai.

Penyesalan selalu datang terlambat, apalagi tidak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan kedua. Jadi, selama Anda masih memiliki hari ini, mengapa menunggu besok untuk bersikap selayaknya orang yang saling mencintai?